JATUHNYA MALAKA KE TANGAN PORTUGIS

Malaka adalah kerajaan paling penting di Nusantara abad ke-15. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara yang berhasil mengubahnya dari desa nelayan menjadi pusat perdagangan penting. Bandar Malaka menjadi lebih ramai lagi setelah Parameswara masuk Islam sehingga banyak pedagang Muslim dari India, Timur Tengah dan Nusantara mulai berdagang di sana.

Laporan para pedagangan Asia mengenai kekayaan dan kebesaran tentang Malaka terdengar oleh orang Portugis yang telah memiliki pangkalan di Hormuz dan Socotra di Teluk Persia serta Goa di pantai barat India. Hal tersebut mendorong raja Portugal mengutus Diego Lopez de Sequeira untuk menemukan kota tersebut dan menjalin hubungan persahabatan dengan penguasanya.

Pada awalnya, Sequeira disambut baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488- 1528), namun sikap sultan berubah setelah para pedagang Muslim yang ada di bandar itu meyakinkannya bahwa orang Portugis sangat berbahaya. Sultan kemudian berbalik menyerang empat kapal Portugis yang sedang berlabuh, namun keempat kapal itu berhasil lolos dan kembali berlayar ke India. Akibat dari peristiwa ini akhirnya Portugis tidak lagi memiliki opsi pilihan lain, selain perang. 

SERANGAN PORTUGIS TERHADAP KERAJAAN MALAKA

Albuquerque melakukan penyerangan ke Malaka pada tahun 1511 dengan membawa 17-18 kapal, berkekuatan 1.200 orang pasukan tentara. Perang antara Portugis dan Malaka berlangsung sepanjang bulan Juli dan awal Agustus. Di saat yang bersamaan Sultan Malaka sedang memiliki masalah internal dengan putranya sendiri yang bernama Sultan Ahmad. Konflik internal ini kemudian melemahkan pertahanan dari Malaka. Pada akhirnya Malaka berhasil ditaklukkan dan Albuquerque membangun pertahanan dari potensi serangan balasan dari orang-orang Malaka yang melarikan diri ke Aceh.

Meski Portugis berhasil menguasai Malaka, hal ini enggak semerta membuat mereka bisa menguasai pusat perdagangan Asia di sana. Portugis mengalami banyak kendala yang datang dari dalam dan dari luar, seperti misalnya:

  1. Ketidakmampuan Portugis untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, masalah yang sama seperti yang dihadapi oleh Malaka sebelumnya;
  2. Permasalahan dana dan SDM yang kurang memadai;
  3. Bisnis pribadi gubernur-gubernur mereka di pelabuhan Malaya dan Johor;
  4. Praktek korupsi yang menghambat kemajuan Portugis.
  5. Pedagang Asia banyak yang mengalihkan urusan perdagangannya ke pelabuhan lain menghindari monopoli Portugis.

JEJAK PORTUGIS DI IKUTI BANGSA ASING LAINNYA

Keberhasilan bangsa Portugis menguasai Malaka dan menemukan daerah sumber rempah-rempah kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa asing yang datang ke Indonesia.

  •  Ekspedisi pertama Inggris di bawah pimpinan Sir Francis Drake singgah di Ternate, Sulawesi dan Jawa di akhir tahun 1579.
  •  Ekspedisi pertama Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman tiba di Banten tahun 1596. Misi awal kedatangan Belanda ketika itu adalah melakukan perdagangan dan mencari daerah sumber rempah-rempah. Sebelum VOC terbentuk, beberapa perusahaan dagang Belanda mengirim ekspedisi sendiri untuk melakukan perdagangan namun karena biaya yang dikeluarkan sangat tinggi, Heeren Zeventien atau Dewan Tujuh Belas (sebutan untuk direktur VOC yang berjumlah 17) bersatu membentuk VOC pada 1600. Posisi VOC semakin kuat karena pemerintah Belanda mengeluarkan hak oktroi. Isi dari hak istimewa tersebut terkait tata cara kompeni (militer dan kolonialisasi), kedudukan para direktur (pemimpin masingmasing daerah), partisipan dagang (mata uang), dan cara pengumpulan modal (pajak).






































Tontonan asyik di rumah :

Film epic sejarah yang mengangkat kisah nyata tentang tokoh Muhammad Al-Fatih, Sultan ketujuh Daulah Utsmaniyah yang berhasil menaklukan Kota Konstantinopel pada tanggal 29 Mei 1453.
Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=yWlpCdoXTpY

Komentar